Skip to main content

Tiga Cuplikan Literatur, Jadi Bahan Materi Kuliah

selembar kertas berisi tiga cuplikan literatur
Bu Primi Rohimi membagikan selembar kertas berisi tiga cuplikan dari beberapa literatur, kepada para mahasiswanya sebagai bahan materi. Salah satunya di kelas KPI A semester lima di awal pertemuan kuliah yang kedua pada Kamis (13/9/2018). Sebelumnya ia telah membagikan kertas yang sama kepada mahasiswa KPI semester tiga. Berikut adalah beberapa tiga cuplikan dari beberapa literatur yang dirangkum dalam selembar kertas.




literatur pertama, Mediating Islam (Indonesia Edition), Janet Steele
literatur kedua; Sejarah Perkembangan Pers Minangkabau (1859-1945), Yuliandre Darwis
literatur ketiga; Argumen Islam Untuk Liberalism, Budhy Munawar Rachman
Setelah menerima lembaran tersebut, para mahasiswa dimintai argument untuk mengasah kemampuan menyampaikan pendapat di dalam forum. Beberapa mahasiswa belum sepenuhnya faham dengan ketiga literatur tersebut karena terbatas hanya sekedar cuplikan.

Namun salah satu mahasiswa asal Jepara, Irma Sasmiati (21) mampu mengungkapkan beberapa point.

“Dari ketiga tulisan ini menggunakan bahasa yang mudah. Saya menarik kesimpulan dari tulisan yang pertama mengenai Jurnalisme Islam, namun belum dijelaskan seperti apa jurnalisme Islam itu sendiri. Ia hanya menekankan pada pembaharuan Islam dengan beberapa contoh tokoh pelopor jurnalisme Islam seperti sejarah yang dijelaskan pada tulisan kedua dan ketiga,” ungkapnya. (Firda)


*nb: tokoh-tokoh pelopor jurnalisme Islam yang dimaksud, Insya Allah akan dijelaskan di postingan yang akan datang. See you, Frizz!!

Comments

Popular posts from this blog

Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Globalisasi dan Informasi

Dunia semakin tanpa sekat. Informasi dengan mudahnya tersebar melalui berbagai media. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan transformasi informasi yang sangat pesat memasuki era globalisasi dan informasi. Kemajuan tersebut bagaikan pedang bermata dua, terutama dalam hal berdakwah yakni menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran untuk menuju agama yang rahmatan lil alamin. Arus globalisasi memang tidak bisa ditahan, seperti yang kita lihat kehadiran teknologi yang telah bersahabat di Indonesia, seperti berbagai macam stasiun televisi dan media sosial. Televisi telah menguasai sebagian kehidupan masyarakat Indonesia. Peradaban informasi yang mendominasi dunia modern dalam beberapa dekade terakhir, nampaknya membawa dampak global dari berbagai sektor kehidupan manusia. Hampir semua dapat dihubungkan baik langsung maupun tidak dengan agama, terutama peluang sekaligus tantangan dakwah. Hadirnya kecanggihan teknologi, dakwah menjadi lebih mudah, tak terbatas ruang dan...

Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, Struktur Anatomi, dan Sistem Penulisan Feature

Catatan perkuliahan Teknik Menulis Feature dan Berita pada pertemuan kedua (27/2/19), Dosen pengampu: Primi Rohimi, S. Sos, MSI. Pengertian Feature Apa sih tulisan Feature ? Menurut Asep Syamsul M. R, Feature adalah karangan khas yang menuturkan fakta, peristiwa atau proses disertai penjelasan riwayat terjadinya. Dari pengertian Asep,kita dapat memahami bahwa feature merupakan tulisan yang unik namun tetap berdasarkan fakta atau kenyataan dari peristiwa maupun proses dan menjelaskan kronologi suatu kejadian tersebut. Berarti sama dengan berita, dong ?  Sejatinya, memang tulisan Feature  masuk dalam jenis – jenis berita yaitu jenis berita ringan atau soft news. Namun ada cirri-ciri yang membedakan dalam penulisannya. Sebelum itu, mari kita simak lagi pengertian Feature dari Jim Atkins Jr., yaitu liputan mengenai kejadian yang dapat menyentuh perasaan ataupun menambah pengetahuan audiens melalui penjelasan rinci dan mendalam, tidak terkait aktualitas . Nah kan, jadi Feature ...

KPI, KHALAYAK DAN URGENSI (HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI MASSA DAN KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM BESERTA URGENSINYA)

“Jadi anak KPI, ya harus update!” Masih melekat dalam benak saya tentang apa yang diucapkan oleh salah satu dosen di kelas. Memang benar, menjadi seorang mahasiswa KPI (Komunikasi Penyiaran Islam) harus memiliki pengetahuan luas tentang hal-hal baru yang ada di sekitarnya. Seperti halnya berita-berita aktual politik, agama, ekonomi, budaya dan sebagainya. Apalagi di era revolusi industri 4.0. Teknologi seakan menjadi jantung kehidupan sehari-hari. Tuntutan itu tak lebih untuk memaksimalkan tingkat kepekaan mahasiswa. Berfikir kritis, mampu menganalisis reaksi khalayak, dan turut andil dalam proses penyiaran, misalnya. Mengapa? Karena jurusan atau program studi Komunikasi Penyiaran Islam sudah setara dengan jurusan Ilmu Komunikasi di universitas umum. Kurikulum jurusan KPI memasukkan kuliah wajib sebagaimana yang telah disepakati dalam ASPIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi). Mata kuliah Komunikasi Massa merupakan salah satu daftar yang wajib di jurusan atau p...