“Di shopee, pee, pee, pee, pee,”
“Bukalapak aja!”
“Tokopedia!!”
Itu beberapa iklan toko online yang sering kita lihat di televisi. Belanja online sudah menjamur di masyarakat. Kita lebih suka belanja melalui teknologi media massa daripada harus keringetan pergi ke pasar. Meskipun si penjual di pasar juga punya tak sedikit yang memiliki lapak online. Adapula penjual yang ngirit modal, Cuma bisa melapak online tanpa memiliki outlite/ tempat pasar sesungguhnya.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Hal tersebut juga menujukkan bahwa teknologi internet sangat mempengaruhi dalam bidang ekonomi. Laju pemasaran semakin melesat ketika dihadapkan dengan situasi teknologi yang semakin canggih.
Perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi informasi, perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya seperti facebook, twitter, instagram, atau pasar online seperti bukalapak, tokopedia, shopee, dan lain-lain.
Mengutip jurnal Ekonomi Media; Perlukah? Karya Bakir Hasan (Terakreditasi Dirjen Dikti SK No. 56/DIKTI/Kep/2005) , dalam industri media dewasa ini bukan lagi merupakan institusi sosial. Ia telah menjadi institusi bisnis. Dalam pengembangan industri media laba juga diperlukan sebagai imbalan bagi kesejahteraan pemilik modal, pemberi kredit, pimpinan perusahaan dan karyawan. Nah hanya dengan laba yang memadai, industri media dapat memperluas usahanya melalui usaha-usaha konsolidasi, konsentrasi, maupun konglomerasi. Mengelola industri media yang sudah besar itu tidak lagi dilakukan dengan cara-cara tradisional.
Diperukan peralatan analisa ekonomi(economic analysis) untuk memahami masalah ekonomi dalam perusahaan dan untuk keperluan pengambilan keputusan. Ekonomi media sebagai subdisiplin ilmu komunikasi yang baru mungkin bisa bermanfaat bagi pengembangan industri media dimanapun, termasuk di Indonesia. Juga bagi para mahasiswa yang mau berkarir sebagai jurnalis maupun eksekutif di perusahaan media,dan industri media pada umumnya, media economics perlu juga mempelajari ekonomi media. Jurnal Bakir Hasan tersebut menegaskan perlunya mempelajari kajian baru ekonomi media.
Tetapi ingat, teknologi itu mempunyai dua mata pisau, positif dan negatif. Positifnya, pertumbuhan ekonomi semakin maju dan berkembang cepat, terjadinya pusat industrialisi pada suatu daerah negara yang mampu dengan cepat megembangkan media komunikasi dengan cepat, produktifitas dari dunia industri semakin banyak dan cepat dan kapasitas produksi semakin banyak, terbukanya dunia usaha yang baru atau lapangan kerja yang baru, dan enuntut para pekerja untuk menambah ketrampilan dan ilmu pengetahuan dan masih banyak manfaat dari perkembangan media komunikasi pada bidang ekonomi.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini ternyata juga berhasil membuka peluang usaha atau bisnis baru, tentu dapat memberikan nafas baru dalam sektor perekonomian. Dengan adanya media online yang semakin berkembang, siapa saja bisa berusaha dengan mudahnya melalui media online tersebut. Berdagang melalui situs jejaring sosial, misalnya, sangat mudah dilakukan oleh siapa saja dan tidak memerlukan biaya yang besar. Kita tinggal membuat account di situs jejaring sosial, memajang gambar-gambar barang yang akan dijual melalui situs jejaring sosial tersebut, dan mempromosikannya kepada khalayak. Usaha seperti ini tentu saja sangat minim modal, namun terbukti efektif dalam meraup keuntungan yang cukup besar. Pada saat sekarang ini banayk muncul bisnis bisnis belanja online sehingga dapat mepermudah masyarakat untuk mendapatkan barang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, negatifnya dimana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal, terjadinya persaingan pada dunia usaha yang semakin ketat, terjadinya tindak kriminal karena adanya kesenjangan ekonomi.
Sederhananya, media komunikasi sangat berpengaruh pada bidang ekonomi. Bahkan mempunyai sisi negatif dan positifnya. Tinggal kita bijak dalam menghadapinya, ya mylov~~~
referensi:
https://www.kompasiana.com/holmen_hsb/551189d4a33311534eba7ed2/pengaruh-media-komunikasi-pada-bidang-ekonomi
Jurnal Dirjen Dikti SK No. 56/DIKTI/Kep/2005 (Bakir Hasan, Ekonomi Media; Perlukah?)
“Bukalapak aja!”
“Tokopedia!!”
Itu beberapa iklan toko online yang sering kita lihat di televisi. Belanja online sudah menjamur di masyarakat. Kita lebih suka belanja melalui teknologi media massa daripada harus keringetan pergi ke pasar. Meskipun si penjual di pasar juga punya tak sedikit yang memiliki lapak online. Adapula penjual yang ngirit modal, Cuma bisa melapak online tanpa memiliki outlite/ tempat pasar sesungguhnya.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Hal tersebut juga menujukkan bahwa teknologi internet sangat mempengaruhi dalam bidang ekonomi. Laju pemasaran semakin melesat ketika dihadapkan dengan situasi teknologi yang semakin canggih.
Perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi informasi, perekonomian suatu negara mulai memperlihatkan perubahan yang cukup signifikan. Banyak hal yang dirasa berbeda dan berubah dibandingkan dengan cara yang berkembang sebelumnya. Saat sekarang ini jarak dan waktu bukanlah sebagai masalah yang berarti untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, berbagai aplikasi tercipta untuk memfasilitasinya seperti facebook, twitter, instagram, atau pasar online seperti bukalapak, tokopedia, shopee, dan lain-lain.
Mengutip jurnal Ekonomi Media; Perlukah? Karya Bakir Hasan (Terakreditasi Dirjen Dikti SK No. 56/DIKTI/Kep/2005) , dalam industri media dewasa ini bukan lagi merupakan institusi sosial. Ia telah menjadi institusi bisnis. Dalam pengembangan industri media laba juga diperlukan sebagai imbalan bagi kesejahteraan pemilik modal, pemberi kredit, pimpinan perusahaan dan karyawan. Nah hanya dengan laba yang memadai, industri media dapat memperluas usahanya melalui usaha-usaha konsolidasi, konsentrasi, maupun konglomerasi. Mengelola industri media yang sudah besar itu tidak lagi dilakukan dengan cara-cara tradisional.
Diperukan peralatan analisa ekonomi(economic analysis) untuk memahami masalah ekonomi dalam perusahaan dan untuk keperluan pengambilan keputusan. Ekonomi media sebagai subdisiplin ilmu komunikasi yang baru mungkin bisa bermanfaat bagi pengembangan industri media dimanapun, termasuk di Indonesia. Juga bagi para mahasiswa yang mau berkarir sebagai jurnalis maupun eksekutif di perusahaan media,dan industri media pada umumnya, media economics perlu juga mempelajari ekonomi media. Jurnal Bakir Hasan tersebut menegaskan perlunya mempelajari kajian baru ekonomi media.
Tetapi ingat, teknologi itu mempunyai dua mata pisau, positif dan negatif. Positifnya, pertumbuhan ekonomi semakin maju dan berkembang cepat, terjadinya pusat industrialisi pada suatu daerah negara yang mampu dengan cepat megembangkan media komunikasi dengan cepat, produktifitas dari dunia industri semakin banyak dan cepat dan kapasitas produksi semakin banyak, terbukanya dunia usaha yang baru atau lapangan kerja yang baru, dan enuntut para pekerja untuk menambah ketrampilan dan ilmu pengetahuan dan masih banyak manfaat dari perkembangan media komunikasi pada bidang ekonomi.
Perkembangan teknologi yang semakin pesat ini ternyata juga berhasil membuka peluang usaha atau bisnis baru, tentu dapat memberikan nafas baru dalam sektor perekonomian. Dengan adanya media online yang semakin berkembang, siapa saja bisa berusaha dengan mudahnya melalui media online tersebut. Berdagang melalui situs jejaring sosial, misalnya, sangat mudah dilakukan oleh siapa saja dan tidak memerlukan biaya yang besar. Kita tinggal membuat account di situs jejaring sosial, memajang gambar-gambar barang yang akan dijual melalui situs jejaring sosial tersebut, dan mempromosikannya kepada khalayak. Usaha seperti ini tentu saja sangat minim modal, namun terbukti efektif dalam meraup keuntungan yang cukup besar. Pada saat sekarang ini banayk muncul bisnis bisnis belanja online sehingga dapat mepermudah masyarakat untuk mendapatkan barang sesuai dengan kebutuhannya. Namun, negatifnya dimana banyak penyalahgunaan teknologi dalam melakukan tindak kriminal, terjadinya persaingan pada dunia usaha yang semakin ketat, terjadinya tindak kriminal karena adanya kesenjangan ekonomi.
Sederhananya, media komunikasi sangat berpengaruh pada bidang ekonomi. Bahkan mempunyai sisi negatif dan positifnya. Tinggal kita bijak dalam menghadapinya, ya mylov~~~
referensi:
https://www.kompasiana.com/holmen_hsb/551189d4a33311534eba7ed2/pengaruh-media-komunikasi-pada-bidang-ekonomi
Jurnal Dirjen Dikti SK No. 56/DIKTI/Kep/2005 (Bakir Hasan, Ekonomi Media; Perlukah?)
Comments
Post a Comment