Skip to main content

PW Muslimat NU : Jaga Aswaja, Teguhkan NKRI

Kudus, snfirda.blogspot.com— Pentingnya menjaga Islam  yang sebenarnya yakni Ahlussunnah Waljamaah serta meneguhkan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Ismawati Ketua PW Muslimat NU Jateng pada Harlah Muslimat NU ke 73 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Minggu (24/2/2019).


"Kita sebagai Muslimat NU harus bisa menjaga NKRI, menjaga Islam dan menjaga Bangsa agar tidak berpecah belah." kata Ismawati, ketua PW Muslimat NU Jateng.

Pimpinan Wilayah Muslimat NU Jawa Tengah, Lanjut Ismawati, juga telah meluncurkan buku kurikulum 2013 berbasis Multiple-Intelegent yang berkarakter Ahlussunnah WalJama'ah An-Nadliyah untuk mngembangkan karakter Islami pada anak.

"Dengan adanya buku tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi Birrul Walidain dalam bangsa Indonesia nantinya," harapnya.

Ia juga menginformasikan bahwa sekitar 26.439 muslimat NU dari berbagai daerah Jawa Tengah telah ikut berpartisipasi dalam Harlah Muslimat NU kali ini yang dipandu oleh Hj. Noor Ismah Ulin Nuha.

Harlah tersebut menghadirkan KH. Ulin Nuga Arwani, KH. Ulul Albab Arwani dan KH. Ahmad Muwafiq. Menghadirkan pula Bupati, Ir. H. M. Tamzil dan wakil bupati kudus, H. M. Hartopo. (Firda/Umi)


gambar: dokumentasi pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Usai Deklarasi Dukung Jokowi, Fahrul Semangati Anak Muda Sumsel

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx ismanto Usai melakukan Deklarasi dan Diskusi, Rumah Bersama Relawan Pemenangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya anak-anak muda. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Relawan Sumsel Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang juga Presiden KOMPASS, Fachruzar SH. "Mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya. Dan ucapan terimakasih kepada relawan-relawan yang sudah mensukseskan kegiatan ini, khususnya anak-anak muda Sumsel," kata Fachruzar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Kamis (20/9/2018). Kang Fahrul biasa disapa mengatakan, deklarasi ini mempunyai arti penting untuk kalangan millenial. Bukan hanya Palembang atau Sumatera Selatan, tapi juga di seluruh wilayah Sumatra. "Pesan kampanye yang hendak kita sampaikan ialah pesan harapan, seperti misalnya harapan ekonomi untuk milenial tumbuh," ujarnya. sumber : Tribunnews.com Sementara, Direktur Pengg...

Resensi Novel Islami; Cinta Dua Remaja Berbeda Agama

sumber gambar: dokumen pribadi Judul Buku: Tell Your Father, I Am Moslem : Ketika Hati Harus Melawan Logika Pengarang : Hengki Kumayandi Penerbit : Wahyu Qolbu Tahun Terbit : Januari 2014 ISBN : 9797958124 Tebal : ix + 259 halaman Cetakan : Pertama, Januari 2014 Harga Buku : Rp. 39.950,- Peresensi : sn Firda (1640210006) Resensi Novel Islami Kepengarangan Hengki Kumayandi terlahir sebagai anak negeri Lintang Empat Lawang Sumatera merupakan mahasiswa lulusan Universitas Malaysia Serawak. Selain menulis, ia juga aktif di dunia teater. Saat ini penulis meninggalkan dunia mengajar untuk bekerja disebuah perusahaan yang terletak di Kuching Serawak, Malaysia, serta aktif dikegiatan komunitas kepenulisan PNBB (Proyek Nulis Buku Bareng), Mesra (Menulis Bersama Gratis), dan Diskusi Fiksi Menulis Fiksi Universal Nikko Mayoko Aiko. Beberapa cerpennya pernah dimuat dimajalah-majalah. Saat ini, sambil bekerja, penulis juga sedang giat menulis novel. Ada tiga novel...

Pelajari Islam Lewat Fiksi

Selain membaca Kitab Al-Quran sebagai kewajiban Muslim, kita juga bisa belajar indahnya Islam melalui fiksi. Kok bisa sih? yup kita bisa belajar melalui novel-novel islami yang sejalan dengan ajaran dan cerita Islam. Well, langsung aja ya, Frizz! Inilah beberapa novel islami yang menjadi media komunikasi  yang terangkum dalam doripos.com. 1. Ayat Ayat Cinta oleh Habiburrahman El Shirazy Tentang seorang pemuda Indonesia yang mencari ilmu jauh di tanah Arab. Berbekal iman yang kuat dan ketabahan, Fahri mengalami banyak hal yang menggetarkan hidupnya, yang sesaat membuat Fahri mempertanyakan jalan hidupnya. Kesabaran dan keimanan adalah kunci kehidupan. Fahri, Aisyah dan Maria membuktikannya dalam cerita yang halus dan mengalir. 2. Tuhan Maha Romantis by Azhar Nurun Ala Ketika udara jadi teman bicara. Dan indahnya bulan purnama tak lagi kita lihat Dari sudut yang sama Barangkali memang itulah yang terbaik bagi kita Meski perih Meski sepi Sebab apa-apa yang baik menurut ki...