![]() |
| sumber gambar: dokumen pribadi |
Tell Your Father, I Am Moslem : Ketika Hati Harus Melawan Logika
Pengarang : Hengki Kumayandi
Penerbit : Wahyu Qolbu
Tahun Terbit : Januari 2014
ISBN : 9797958124
Tebal : ix + 259 halaman
Cetakan : Pertama, Januari 2014
Harga Buku : Rp. 39.950,-
Peresensi : sn Firda (1640210006)
Peresensi : sn Firda (1640210006)
Resensi Novel Islami
Kepengarangan
Sinopsis
Novel Tell Your Father I Am Moslem merupakan sebuah novel karya Hengki Kumayandi yang secara umum, penulis mengisahkan tentang percintaan dua remaja dengan latar belakang budaya dan keyakinan yang berbeda. Kedua tokoh remaja sekaligus tokoh utama tersebut adalah David dan Maryam.David, seorang anak lelaki berkulit cerah, berambut ikal pirang pendek, hidungnya kecil dengan bibir tipis berwarna merah muda, dan merupakan anak angkat seorang pastur. “Aku sangat bahagia ketika kau bersedia menjadi kekasihku, walau tak boleh sedikitpun aku menyentuhmu. Sayang, keyakinan yang kau miliki tak sama dengan keyakinanku, Maryam. Orangtuaku juga orangtuamu tak setuju jika kita bersatu.”
Maryam, gadis berwajah cerah, hidung mancung, serta alisnya yang tebal dan nyaris menyatu yang juga merupakan puteri satu-satunya dari seorang Duta Besar Uni Emirat Arab. “Aku belum pernah merasakan cinta sehebat dan sedahsyat itu. Kaulah cinta pertamaku, dan aku bahagia bisa mencintaimu. Tapi sayang, kebahagiaan ini begitu singkat. Kebahagiaan ini tidak lebih seperti kupu-kupu yang sangat singkat hidupnya menikmati keindahan bunga-bunga di taman.”
Ketika cinta telah menjatuhkan pilihannya maka ia akan begitu tulus mencintai, tanpa syarat. Tidak peduli berbeda suku, agama, ataupun status sosial. Namun, kenyataan sering berbicara lain. Ketulusan cinta hanya akan menjadi kenyataan getar manakala takdir Ilahi berkehendak lain.
Pada mulanya, sang tokoh David ingin mendukung aksi teman-temannya, yaitu melakukan pengusiran siswi berkerudung dari sekolahnya. Hal ini dikarenakan sejak peristiwa serangan 11 September 2001 di gedung putih, semua warga Amerika mem-black list umat muslim. Tak terkecuali David. Baginya, semua muslim adalah teroris. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya, dimana David yang merupakan seorang anak lelaki nasrani berkebangsaan Amerika jatuh cinta dengan Maryam, siswi berkerudung tersebut. Tentunya hal ini membuat pergolakan hati kedua remaja yang berbeda keyakinan dan budaya hingga konflik demi konflik terjadi dimana ayah Maryam sangat membenci hubungan mereka. Menurutnya, David dan Maryam ibarat air dan minyak, mereka tidak akan mungkin bisa disatukan. Namun, betapa indahnya karunia Tuhan, David dan Maryam akhirnya dipersatukan dalam naungan Ilahi yang lebih indah dan kokoh. Seindah langit senja di kota Washington DC yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata.
Alur cerita dan bahasa yang digunakan dalam novel ini cukup sederhana, sehingga mudah untuk dipahami. Selain itu, bahasa kiasan yang digunakan sangat bagus. Latar tempat kota Washington DC juga sangat menarik. Novel ini disusun dengan balutan dialog-dialog yang cukup berhasil membuat emosi para pembacanya menyelami perasaan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, kemudian dialog-dialog itu pula memberikan pembelajaran bagaimana kita berkomunikasi dengan orang-orang yang kita cintai ketika ada hal-hal yang bertentangan dengan pikiran, pendapat, dan keyakinan.
Novel ini bukan sekadar novel cinta, tapi pengembang jiwa. Di dalamnya, pembaca akan menemukan banyak makna tentang cinta, bahwa cinta itu bukan hanya tentang perasaan, tetapi juga tentang iman, logika, psikologi, Tuhan yang Maha Memberi cinta, dan hal lainnya yang tanpa kita sadari telah menjadi bagian dari cinta itu sendiri.
Sedangkan kekurangan dari novel ini adalah tidak menyertakan ilustrasi gambar, ada beberapa kesalahan dalam pengetikan, dan terdapat beberapa kata yang tidak dimengerti.Saya rasa, buku ini cocok sekali dibaca oleh kalangan remaja muslim-muslimah untuk menjaga cinta dari penciptanya dan memperkuat keyakinan agama Islam.
*nb: resensi ini pernah dimuat di majalah An-Nashr MA Ma'ahid Kudus edisi XIII tahun 2015

Comments
Post a Comment