Skip to main content

Memaafkan atau Memelihara Benci?

Hai, Frizz. Sore-sore gini siapa hayo yang lagi terluka? Luka darah atau tak berdarah? Apa? Luka sayatan hati? Hehe yaudah deh maafin aja. Toh buat apa sih memelihara benci? Emang sih ya, dalam kehidupan sosial sering kita bertemu dengan orang yang wataknya berbeda-beda. Ada yang baik, ramah tamah, suka nraktir, suka beri nasihat, pasti seneng deh kalau ketemu sama orang kaya gitu. Eits, ada juga yang jahat, kasar, pelit, suka nyinyir, duh pasti nyebelin banget ya. Kadang juga ada loh, yang suka bentak-bentak bikin sakit hati tapi ternyata niat doi itu baik, nasehatin kita karena peduli. Eaa~

Frizz, dengerin deh firman Allah SWT ini;

خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ  بِالْعُرْفِ وَاَعْرِضْ عَنِ الْجٰهِلِيْنَ
"Jadilah pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh."
(QS. Al-A'raf 7:199)

Tuhkan, Allah nyuruh kita buat jadi pemaaf. Tapi kenapa kita sering memendam perasaan dendam ketika tersakiti? Separah apa sih hingga kita nggak mau memaafkan sesama manusia. Jangan egois deh. Eh btw, aku kok emosional banget sih. Ya secara, rasanya geli banget liat orang bermusuhan dan nggak mau saling memaafkan. Oke kali ini aku relaks aja~

Awalnya emang nggak mudah sih, untuk memaafkan. Namun, aku pernah kok ngalamin sendiri bagaimana rasanya berada di titik yang lebih sulit dari memaafkan; yaitu tidak memaafkan. Frizz pasti pernah kan ya, berantem sama sahabat sendiri. Biasanya ketawa bareng, asal nyomot makanan sahabatnya, curhat pacar, gebetan, mantan, *eh*, ya pokoknya seru banget deh masa persahabatan.

Namun tiba-tiba ada bom di antara kalian. Sesuatu membuat kalian menjauh satu sama lain hanya karena nggak sependapat, atau karena asmara misalnya. Duh duh, kalian mendadak jadi orang asing satu sama lain. Ya enak menjauh sih daripada bertemu tapi bikin nyesek, iya kan? Eh kenapa aku di pihak negatif ya? Hehe. Nggak kok. Yang namanya sahabat jadi musuh itu... nggak banget. Ketemu pasti memalingkan muka kan, yang biasanya asal nyomot makanan, ini ganti lirik-lirikan aja. Duh lirikan matamu *malah nyanyi huhu. Yang biasanya saling curhat ini itu pas lagi ada masalah, ganti ini nggak tau dimana tempat buat curhat yang amanah. Ya kan? Ini lebih sulit dari memaafkan, yaitu tidak memaafkan. Hati kita masih diselimuti dendam nggak karuan.

Oke, coba deh teliti permasalahanmu hingga kamu begitu sulit untuk memaafkan. Barangkali itu hanya kesalahfahaman semata. Dan ternyata memang itu jawabannya. Seringkali kita salah menafsirkan segala sesuatu yang akhirnya kita saling membenci dan nggak mau memaafkan.

Eh, pernah nggak denger kaedah ini; al-jazaa'u min jinsil 'amal : balasan itu akan datang dari bentuk yang sama.

Ya kalau gitu, maafin kesalahan orang aja. Siapa tahu, kelak kesalahanmu akan mudah dimaafin orang lain. Atau, ketika kamu memaafkan kesalahan orang maka Allah akan memaafkanmu. Nahkan.

Kalau kesalahan sepele sih, aku yakin Frizz bisa memaafkan. Kaya ngupil terus upilnya ditempel di meja belajar temen. Itu namanya JIJIK tapi kreatif. Hehe~

And the last, mau kan dengerin petuah dari imam syafii:
"Saat aku memaafkan, dan tidak mendengki siapapun. Aku telah menenangkan jiwaku dari pikiran permusuhan."

picture: dokumen pribadi

Comments

Popular posts from this blog

Media Komunikasi dan Ekonomi

“Di shopee, pee, pee, pee, pee,” “Bukalapak aja!” “Tokopedia!!” Itu beberapa iklan toko online yang sering kita lihat di televisi. Belanja online sudah menjamur di masyarakat. Kita lebih suka belanja melalui teknologi media massa daripada harus keringetan pergi ke pasar. Meskipun si penjual di pasar juga punya tak sedikit yang memiliki lapak online. Adapula penjual yang ngirit modal, Cuma bisa melapak online tanpa memiliki outlite/ tempat pasar sesungguhnya. Ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Hal tersebut juga menujukkan bahwa teknologi internet sangat mempengaruhi dalam bidang ekonomi. Laju pemasaran semakin melesat ketika dihadapkan dengan situasi teknologi yang semakin canggih. Perekonomian suatu negara, teknologi informasi mulai dirasa mempunyai peran yang penting dalam perekonomian suatu negara karena dengan berkembangnya teknologi informasi, perekonomian suatu ne...

Usai Deklarasi Dukung Jokowi, Fahrul Semangati Anak Muda Sumsel

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx ismanto Usai melakukan Deklarasi dan Diskusi, Rumah Bersama Relawan Pemenangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya anak-anak muda. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Relawan Sumsel Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang juga Presiden KOMPASS, Fachruzar SH. "Mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya. Dan ucapan terimakasih kepada relawan-relawan yang sudah mensukseskan kegiatan ini, khususnya anak-anak muda Sumsel," kata Fachruzar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Kamis (20/9/2018). Kang Fahrul biasa disapa mengatakan, deklarasi ini mempunyai arti penting untuk kalangan millenial. Bukan hanya Palembang atau Sumatera Selatan, tapi juga di seluruh wilayah Sumatra. "Pesan kampanye yang hendak kita sampaikan ialah pesan harapan, seperti misalnya harapan ekonomi untuk milenial tumbuh," ujarnya. sumber : Tribunnews.com Sementara, Direktur Pengg...

Buku Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus

Hai, Frizz !! Siang ini aku baru di Arsip dan Perpustakaan Daerah Kudus, lho. Niatnya sih mau cari referensi buat tugas kuliah. Tapi nggak dapet-dapet nih, hehe~ Alhasil, aku nemu buku ini di ruangan baca yang isinya nggak bisa dibawa pulang. Yah kecewa juga sih aslinya, padahal lumayan kan kalau bawa pulang koran trus dijual di pasar loak *etdah dasar 😑 Judul bukunya "Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kabupaten Kudus". Inget ya, Frizz . PENINGGALAN SEJARAH DAN PUBAKALA KABUPATEN KUDUS. Bukannya PENINGGALAN SEJARAH DAN KENANGAN MANTAN BAGUS. hehe becanda~ Well, buku ini diterbitkan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kudus. Ber-ISBN 979-25-5590-0. Dalam penyusunan buku ini diketuai oleh Drs. Ahfas Muntohar. Oh ya, Frizz . Di sini tercantum bahwa buku ini diterima dari APBD Kabupaten Kudus pada 25 Juli 2006. Wow langsung dari sononya kan. Pasti terpercaya nih isinya. Frizz , kalian penasaran nggak sih isinya? Oke, kalau penasaran lain kali aku share...