Skip to main content

Aang Riana Dewi; Ambil Peluang, Kerahkan Kemampuan


 Peluang menjadi ruang gerak seseorang untuk selangkah lebih maju. Namun, seringkali seseorang menjumpai banyak peluang tanpa mau mengeksekusinya. Berbeda dengan Aang (21), seorang mahasiswi yang memiliki jiwa semangat tinggi dalam menanggapi setiap peluang. Itu sudah menjadi motto dalam hidupnya.

foto instagram @aangrianadewi


Nama Lengkap  : Aang Riana Dewi

TTL                    : Kudus, 22 Juli 1998

Alamat               : Kedungsari Ledok Indah 5/5, Gebog, Kudus, Jateng

Riwayat Pendidikan      :

MI NU Matholibul Ulum 1 Kedungsari.

MTs. NU Nurussalam

MA NU Ibtidaul Falah

Sedang menempuh S1 IAIN Kudus - Manajemen Bisnis Syariah

Akun sosmed     : IG (@aangrianadewi)

  FB (AangRianaDewi)

YouTube (Sahabat Riana)

Nama Ayah       :Sholihin (42)

Nama Ibu           : Sukarti (39)





Aang Riana Dewi (21), mahasiswi semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Jurusan Manajemen Bisnis Syariah IAIN Kudus cermat dalam menanggapi berbagai peluang. Dari kesempatan memenangkan kejuaraan lomba atau bahkan mengikuti delegasi dari berbagai instansi. Berbagai kesempatan yang ia ikuti, bahkan mampu menerbangkannya ke pulau Lombok!

Awal Semangat


Bermula saat kelas 8 MTs NU Nurussalam Kudus, ia menekuni bidang literasi dengan mencoba mengikuti berbagai perlombaan menulis cerita pendek (cerpen). Ia pernah membuat 15 karya cerpen dalam kurun satu bulan untuk diikutkan lomba. Hanya tiga yang berhasil lolos, kedua belas karyanya gagal. Namun gadis yang kerap dipanggil Aang, itu tak pernah patah semangat. Katanya, justru itulah yang membuat ia semakin semangat dalam berproses menuju lebih baik.

Kegagalan yang dialami oleh Aang berlanjut di masa putih abu-abu. Aang mengasah kemampuannya dengan cara mengikuti berbagai sayembara menulis tingkat SMA yang sering diadakan oleh Kementrian Pendidikan dan Budaya (Kemendikbud). Ia mengikuti berbagai lomba menulis secara diam-diam meskipun atas nama madrasah.

“Kalau aku kalah, biasanya aku nangis sendiri di kamar. Terus merenungkan penyebab kegagalanku,” ujarnya pada Jum’at (22/3/2019).

Berkali-kali ia gagal, sampai suatu saat ia memenangkan cerpen terbaik berjudul Tiga Anak Mala(ng) (2016) yang diadakan oleh Kemendikbud. Hal itu berhasil menarik perhatian para guru bahkan kepala sekolahnya. Hingga ia mendapatkan beasiswa bebas SPP kelas 12 saat di MA NU Ibtidaul Falah Kudus.

Putri sulung dari pasangan Sukarti (39) dan Sholihin (42) ini mendulang prestasi ilmiah mulai tahun 2015. Ia mendapat juara 1 dalam lomba menulis artikel.Di tahun yang sama, ia mulai berkiprah di bidang penulisan karya tulis ilmiah dan berhasil mendapatkan juara 3 LKTI yang diadakan oleh PORSEMA sekabupaten Kudus.

Namun tidak sedikit karyanya yang hanya masuk nominasi besar dan tidak mendapatkan juara, termasuk Lomba Karya Tulis Ilmiah yang diadakan IAIN Kudus, masuk nominasi 10 besar namun tidak menjuarai. LKTI yang terakhir ia ikuti mendapatkan juara 2 yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Komunitas Pecinta Nalar (KPN) IAIN Kudus pada tahun lalu.

“Aku berusaha semaksimal mungkin mengikuti lomba, sedangkan keberhasilan bagiku itu sebuah bonus dari Allah. Kalau gagal aku nggak pernah sedih, karena masih ada kesempatan yang lain” ungkapnya.

Aang juga kerap menemukan peluang mengikuti lomba literasi dengan Deadline yang tak memiliki banyak waktu untuk mengerjakannya. Namun ia anggap itu sebagai tantangan. Justru ketika deadline mepet akan memunculkan ide-ide brilliant, katanya.

Pengalaman Paling Berkesan


Memasuki tahun 2017, ia memperoleh keberuntungan menjadi delegasi terbaik dari IPPNU JATENG untuk mengikuti Sekolah Jurnalistik Nasional diTangerang Selatan.

“Sungguh, aku beruntung sekali dapat bertemu dengan narasumber-narasumber hebat waktu sekolah jurnalistik di tangerang,” ungkap Aang yang saat ini menjabat sebagai Redaktur di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paradigma IAIN Kudus.

Gadis penyuka jus jambu ini juga berhasil meraih mimpinya pergi ke Lombok tahun 2018! Dengan cara menjadi delegasi terbaik dari kampus untuk mengikuti acara Lombok Youth Camp For Peach Leader di NusaTenggara yang bekerjasama dengan UNDP dan PPIM Jakarta

Menurutnya, pengalaman di Lombok itulah yang paling berkesan dari kesempatan yang telah ia ikuti. Karena bertemu dengan berbagai mahasiswa di seluruh Indonesia dengan intelgensi yang sangat mumpuni.

“Aku bersyukur sekali bisa mengikuti acara Lombok Youth Camp, di sanalah aku belajar tentang pentingnya relasi dan professional dalam segala kegiatan,” tutur Aang.
foto instagram @aangrianadewi

Tetap Fokus


Tak seperti kebanyakan teman seumurannya, Aang tak pernah mempermasalahkan masalah asmara. Gadis yang bekerja sebagai manajer Hulya.id di manajemen Ulfisinta itu lebih memfokuskan dirinya pada beribu impian. Ia yakin bahwa suatu saat Tuhan akan hadirkan sosok yang memahami mimpi-mimpinya.

“Aku fokus meningkatkan kualitas diri. Seiring dengan itu, Allah juga akan menghadirkanorang yang selaras dengan kita,” tuturnya.

Saat ini, ia sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti pendaftaran seleksi peserta kontingen cabang lomba LKTI dalam rangka Pekan Ilmiah Olahraga, Seni dan Riset (PIONIR) .IX Perguruan Tinggi Keagamaan Tahun 2019. Aang dengan pendirian yang kuat, mengambil segala peluang kemudian lakukan dengan sebaik kemampuan. Sesuai dengan prinsip hidupnya.

Hingga kini, ia masih berjuang meraih mimpi besarnya yaitu melanjutkan S-2 ke Queen's Belfast University dan S3 ke Belanda Wageningen University. Aang juga memiliki mimpi besar kedua ingin menjadi seorang pembicara handal, ingin menjadi penerus Merry Riana masa kini.

“Kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, tapi pengalaman pribadi menjadikan kita aktor sejati,” tuturnya.

(Firda)


*berita feature sosok ini ditulis untuk mengerjakan tugas mata kuliah Teknik Penulisan Feature dan Berita yang diampu oleh Primi Rohimi S. Sos. MSI.

Shoma Noor Firda Inayah
(1640210006)

Comments

Popular posts from this blog

Peluang dan Tantangan Dakwah di Era Globalisasi dan Informasi

Dunia semakin tanpa sekat. Informasi dengan mudahnya tersebar melalui berbagai media. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan transformasi informasi yang sangat pesat memasuki era globalisasi dan informasi. Kemajuan tersebut bagaikan pedang bermata dua, terutama dalam hal berdakwah yakni menyeru pada kebaikan dan mencegah kemungkaran untuk menuju agama yang rahmatan lil alamin. Arus globalisasi memang tidak bisa ditahan, seperti yang kita lihat kehadiran teknologi yang telah bersahabat di Indonesia, seperti berbagai macam stasiun televisi dan media sosial. Televisi telah menguasai sebagian kehidupan masyarakat Indonesia. Peradaban informasi yang mendominasi dunia modern dalam beberapa dekade terakhir, nampaknya membawa dampak global dari berbagai sektor kehidupan manusia. Hampir semua dapat dihubungkan baik langsung maupun tidak dengan agama, terutama peluang sekaligus tantangan dakwah. Hadirnya kecanggihan teknologi, dakwah menjadi lebih mudah, tak terbatas ruang dan...

Usai Deklarasi Dukung Jokowi, Fahrul Semangati Anak Muda Sumsel

 Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fx ismanto Usai melakukan Deklarasi dan Diskusi, Rumah Bersama Relawan Pemenangan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin mengucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir. Khususnya anak-anak muda. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Relawan Sumsel Jokowi-KH Ma'ruf Amin yang juga Presiden KOMPASS, Fachruzar SH. "Mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya. Dan ucapan terimakasih kepada relawan-relawan yang sudah mensukseskan kegiatan ini, khususnya anak-anak muda Sumsel," kata Fachruzar dalam keterangan tertulisnya yang diterima Tribunnews.com, Kamis (20/9/2018). Kang Fahrul biasa disapa mengatakan, deklarasi ini mempunyai arti penting untuk kalangan millenial. Bukan hanya Palembang atau Sumatera Selatan, tapi juga di seluruh wilayah Sumatra. "Pesan kampanye yang hendak kita sampaikan ialah pesan harapan, seperti misalnya harapan ekonomi untuk milenial tumbuh," ujarnya. sumber : Tribunnews.com Sementara, Direktur Pengg...

KPI IAIN Kudus Kunjungi Radio Manggala

Pada Jum'at (30/11/2018), kami mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Kudus mengunjungi PT. Radio Swara Manggala Sakti  untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Media Komunikasi dan Jurnalistik semester lima. Tugas ini diberikan oleh Primi Rohimi, selaku dosen Mata Kuliah Media Komunikasi dan Jurnalistik di kelas KPI A 5. Lokasi kunjungan berada di Gdg. Srikandi Ngembal Rejo Jl. Raya Kudus-Pati Km. 05. Tidak jauh dari lokasi kampus kami. Pukul 08.30 WIB kami sampai di lokasi. Kami disambut ramah oleh manajer PT. Radio Swara Manggala Sakti yang bernama Aldi Alfiyan. Kami akrab dengan panggilan Pak Al. Beliau menjelaskan beberapa hal penting mengenai sejarah Radio, manajemen pers dan media komunikasi,   berkeluh sekaligus memotivasi untuk menghadapi tantangan globalisasi bagi media radio, bahkan membagi tips menjadi penyiar yang kece. “Dengan berbagai tantangan, kami masih bertahan dengan menyiarkan secara online. Dan radio kami sudah bisa didengarkan lewat strea...