Kudus - IMM Al-Fikr mengadakan kegiatan Sosial Ramadan bersama Komunitas Kresek Kudus pada Jum’at (31/5/2019). Kegiatan tersebut dilaksanakan pada sore hari menjelang buka bersama di kantor komisariat IMM Al-Fikr yang terletak di desa Blender.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Al-Fikr Universitas Muria Kudus adakan kegiatan Sosial Ramadan bertajuk “Aktualisasi Nilai-Nilai Humanis dalam Rangka Menjemput Kemenangan Di Bulan Ramadan”. Kegiatan tersebut menghadirkan Komunitas Kresek Kudus sebagai materi pelatihan kreasi sampah yang terangkum dalam rangkaian kegiatan.
“Kegiatan ini juga mengundang Pak RT. Namun beliau sedang ada hajat lain, jadi tidak bisa hadir dalam acara ini.” kata Abdullah Azzam (22) selaku Ketua Umum IMM Al-Fikr UMK.
IMM Al-Fikr mengupayakan kegiatan jelang berbuka dengan hal yang tak biasa seperti membagikan takjil ke jalan raya. Mereka memunculkan inisiatif dengan mengkreasikan sampah plastik sembari menunggu berbuka puasa. Kegiatan mengkreasikan sampah dipandu oleh dua orang dari pihak Komunitas Kresek Kudus. Sampah steril sudah disiapkan oleh pihak komunitas, sedangkan alat dan bahan disediakan panitia.
“Di sekitar desa masih banyak orang yang membakar sampah sehingga terjadi polusi tanah dan udara. Kami rasa, Komunitas Kresek bisa membantu solusinya karena bergerak di bidang lingkungan. Komunitas tersebut juga sudah terkenal di Kudus dan dipercayai oleh banyak pihak dalam hal kepedulian terhadap sampah plastik” kata Hendri, selaku ketua panitia acara.
Terhitung 15 anak-anak usia SD/MI dari desa Blender hadir sebagai peserta. Menurut Hendri, anak-anak kecil merupakan bibit-bibit unggul milik bangsa yang harus ditumbuhkan jiwa kreatif dan humanisnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan kreatifitas anak dan nilai-nilai humanis dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Bila anak-anak sudah diberitahu cara mengolah sampah dan bisa menerapkannya di rumah, maka secara tidak langsung dapat memberi contoh pada orang tua mereka. Sehingga para orang tua juga akan meniru apa yang dilakukan anak, misalnya dengan mengurangi pemakaian sampah dan mengolah sampah plastik dengan baik.” jelas Hendri.
Faesal Adam, selaku ketua Komunitas Kresek menganggap respon peserta sangat antusias. Meski terdapat berbagai kendala dalam pelaksanaannya. Kesulitan yang dihadapi ialah peserta yang tingkat kejelian, ketepatan dan kerapiannya masih rendah.
“Bahkan tadi salah satu anak ada yang jarinya tertusuk jarum karena kurang teliti dengan pekerjaannya. Namun mereka tetap semangat belajar,” ungkap Faesal.
Sebelum pulang ke rumah masing-masing, anak-anak mendapatkan cerita kisah inspiratif para Nabi dari pengurus IMM AL-Fikr. [Firda]

Comments
Post a Comment